Merancang Analisis Kebutuhan

konvenDesain pembelajaran dimulai dengan identifikasi masalah pembelajaran. Analisa kebutuhan adalah cara yang efektif untuk mengidentifiaski masalah-masalah yang muncul dalam sebuah organisasi pembelajaran, terutama bila perancangannya atau dalm mendesain pembelajaranyya tidak begitu akurat. Analisa kebutuhan dapat mengidentifikasi enam jenis kebutuhan; normative, comparative, felt, expressed, autisipated and critical accident.

Analisa tujuan bisa menggunakan analisa kebutuhan maupun bantuan pembelajaran: proses analisa tujuan pertama mengidentifikasi tujuan dan menetapkan, memilih, membuat prioritas. Maka dalam permasalahan pembelajaran (Intructional Problem) paling tidak memperhatikan tiga hal yaitu pertama sikap yang diharapkan (Performance Assessment). Kedua, menganalisa tujuan dan ketiga kebutuhan pembelajaran (Needs Assessment/Analysis) masihkah sikap-sikap itu sesuai dengan tujuan yang relevan itu juga sesuai dengan kebutuhan itu sendiri?

Pendahuluan

Mengapa pembelajaran? Ada beberapa alasan yang melatar belakanginya; Pertama adanya kenyataan/hasil yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kedua, adanya perubahan lingkungan/suasana kerja yang diakibatkan oleh modifikasi prosedur atau instalasi peralatan yang baru. Ketiga, perkembangan perusahaan atau industri yang begitu pesat sehingga SDM perlu ditingkatkan.

Menganalisa kebutuhan pembelajaran dan analisis pembelajaran dalam desain sistem pembelajaran merupakan langkah awal yang harus dilakukan dalam kegiatan desain pembelajaran, ketika menghadapi masalah tentang pembelajaran.

Proses desain sebuah pembelajaran dimulai dengan identifikasi masalah atau kebutuhan pembelajaran dan analisis pembelajaran. Kedua kegiatan merupakan rangkaian erat yang secara berurutan dan bersama-sama untuk dikerjakan sebelum pendesain merancang pembelajaran, sedang analisis pembelajaran bentuk penjabaran perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis.

Ada tiga pendekatan yang berbeda dalam mengidentifikasi masalah-masalah pembelajaran; Analisa kebutuhan, Analisa tujuan dan analisa proses/hasil/pelaksanaan

Menganalisis Kebutuhan Pembelajaran.

A. Konsep Kebutuhan Pembelajaran

Kesenjangan adalah sebuah permasalahan yang harus dipecahkan karena itu kesenjangan dijadikan suatu kebutuhan dalam merancang pembelajaran, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan merupakan solusi terbaik. Bila kesenjangan tersebut dan menimbulkan efek yang besar, maka perlu diprioritaskan dalam pengatasan masalah (Dick and Carey : 1990,15 – 27 ), mencampuradukkan antara kebutuhan dan keinginan diidentikkan adalah hal yang keliru sebab menurut M. Atwi Suparman (2001 : 63) kebutuhan adalah kesenjangan antara keadaan sekarang dengan yang seharusnya dalam redaksi yang berbeda tapi sama. Morrison (2001: 27), mengatakan bahwa kebutuhan (need) diartikan sebagai kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan kondisi yang sebenarnya, keinginan adalah harapan ke depan atau cita-cita yang terkait dengan pemecahan terhadap suatu masalah. Sedangkan analisa kebutuhan adalah alat untuk mengidentifikasi masalah guna menentukan tindakan yang tepat. (Morrison, 2001: 27)

Oleh karena itu Kaufman (1982) mengajak kita meyakini betul apa masalah yang kita hadapi (M. Atwi Suparman: 2001-63), maka jika kita mengajar hendaknya kita mengajukan kepada diri kita suatu pertanyaan apakah pemberian pembelajaran itu dapat memecahkan masalah? Pertanyaan- pertanyaan senada antara lain:

1. Apa kebutuhan yang dihadapi.

2. Apakah kebutuhan tersebut merupakan masalah.

3. Apa penyebabnya.

4. Apakah pemberian pelajaran merupakan cara yang tepat untuk memecahkan masalah.

Morrison (2001: 27) membagi fungsi analisa kebutuhan sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi kebutuhan yang relevan dengan pekerjaan atau tugas sekarang yaitu masalah apa yang mempengaruhi hasil pembelajaran.

2. Mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang terkait dengan finansial, keamanan atau masalah lain yang menggangu pekerjaan atau lingkungan pendidikan

3. Menyajikan prioritas-prioritas untuk memilih tindakan.

4. Memberikan data basis untuk menganalisa efektifitas pembelajaran.

Ada enam macam kebutuhan yang biasa digunakan untuk merencanakan dan mengadakan analisa kebutuhan (Morrison, 2001: 28-30).

1. Kebutuhan Normatif

Membandingkan peserta didik dengan standar nasional, misal, Ebtanas, UMPTN, dan sebagainya.

2. Kebutuhan Komperatif, membandingkan peserta didik pada satu kelompok dengan kelompok lain yang selevel. Misal, hasil Ebtanas SLTP A dengan SLTP B.

3. Kebutuhan yang dirasakan, yaitu hasrat atau kinginan yang dimiliki masing-masing peserta didik yang perlu ditingkatkan. Kebutuhan ini menunjukan kesenjangan antara tingkat ketrampilan/kenyataan yang nampak dengan yang dirasakan. Cara terbaik untuk mengidentifikasi kebutuhan ini dengan cara interview.

4. Kebutuhan yang diekspresikan, yaitu kebutuhan yang dirasakan seseorang mampu diekspresikan dalam tindakan. Misal, siswa yang mendaftar sebuah kursus.

5. Kebutuhan Masa Depan, Yaitu mengidentifikasi perubahan-perubahan yang akan terjadi dimasa mendatang. Misal, penerapan teknik pembelajaran yang baru, dan sebagainya.

6. Kebutuhan Insidentil yang mendesak, yaitu faktor negatif yang muncul di luar dugaan yang sangat berpengaruh. Misal, bencana nuklir, kesalahan medis, bencana alam, dan sebagainya.

Sumber: Berbagai Sumber

Materi Power Point, Merancang Analisis Kebutuhan , bisa didownload disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KAMPANYEKAN!!!

WEBSITE ISLAM

%d bloggers like this: